Kulit Ketupat Yang Terkoyak October 4, 2007
Posted by ariftsyam in Insight.trackback
Akhirnya halaman ini tidak putih lagi. Akhirnya aku goreskan lagi pena ini di sini. Kebetulan tulisan terakhir tepat pada Ramadhan 2006, dan sekarang masih Ramadhan juga. Setahun sudah! Setahun itu pula banyak kejadian pada diriku pribadi yang membuat diri ini, Insya Allah, makin matang meretas jala-jala kehidupan.
Setahun lalu, setelah aku buka tulisan terakhir itu, aku menulis mengenai ujian hidup yang sebenarnya. Yaitu, ujian setelah Ramadhan, bukan pada saat Ramadhan. Itulah ujian sejati! Dan setelah aku ingat-ingat, sepanjang kilasan waktu dari Ramadhan 1427 ke Ramadhan 1428 ini, alhamdulilah aku mengalami peningkatan, meskipun sedikit. Tapi, ada juga beberapa kemunduran. Tak apalah. Toh, manusia tetap harus maju meski ada yang tercecer bukan?
Untungnya aku masih punya jari-jari yang masih sehat untuk mengetuk tuts-tuts keyboard ini. Kalau pun tidak, aku yakin berbagai kemajuan teknologi sekarang ini akan bisa menumpahkan segala pemikiran kita ke media-media yang ada. Dengan kata lain, tak ada alasan untuk tidak bersuara!
Apalagi ketidakadilan masih tetap merambah di mana-mana. Dan terakhir, kemarin, aku baca, lihat dan dengar ketidakadilan itu terjadi di Rusun Pulomas. Entah setan mana yang masih berkeliaran di bulan Ramadhan ini sehingga mampu merusak otak petinggi-petinggi dan kroco-kroco Trantib serta staf pengembang Rusun itu. Dengan tanpa belas-kasihan mereka merangsek, melibas dan menghajar para penghuni Rusun tersebut untuk keluar dari kediaman mereka.
Seperti tak ada waktu lain yang lebih tepat, seperti tak ada sinar di nurani mereka sehingga mampu mengusir para penghuni Rusun menjelang hari kemenangan Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. Baahhhhhh!!! Allah tak adakah keadilan yang bisa Kau tunjukkan pada kami?
Sementara beberapa hari sebelumnya, tersebar berita seorang petinggi Komisi Yudisial yang tertangkap basah melakukan sesuatu yang seharusnya ia hindari. Terlepas apakah dia bersalah atau tidak, hati ini benar-benar gundah.
Bagaimana tidak? Tokoh satu itu didaulat, setelah melalui bebagai tes dari para anggota yang terhormat di DPR sana, untuk menjaga wibawa hukum, tapi kenapa harus melanggar hukum? Rupanya hukum di negeri benar-benar sedang dipenjara oleh dirinya sendiri!!!
Namun, setelah mengingat-ingat bebarpa saat, aku pun tersadar, bukankah DPR kita memang selama ini bisa ‘dibeli’? Bukankah sesuatu bisa lolos dan keluar sebagai pemenang dari DPR hanya dengan lembaran-lembaran rupiah? Baaah!!! Allah tak adakah keadilan yang bisa Kau tunjukkan pada kami?
Astaghfirullah … inilah gunanya Ramadhan. Inilah kenapa Allah menurunkan ayat tentang shaum yang hanya ditujukan kepada orang-orang beriman saja. Yang tidak beriman, tidaklah dianjurkan untuk shaum. Itulah kenapa, meski, katanya selama Ramadhan semua setan dan iblis dibelenggu tapi masih saja ada ketidakadilan itu.
Masih terbayang betapa ngerinya hari-hari ke depan bagi mereka yang ada di Rusun Pulomas sana. Bagaimana mereka merayakan hari-hari kemenangan? Bagaimana dengan ketupat-ketupat mereka yang mungkin masih berbentuk daun-daun hijau pohon kelapa belum sempat mereka sulam?
Allah lindungi mereka, kasihi mereka, beri mereka kemenangan di dalam hati sehingga mereka bisa tetap menyulam ketupat meskipun sudah terkoyak!
Comments»
No comments yet — be the first.